03 Desember, 2014

Nothing's Star

Hari kedua berlalu dan masih berharap ketika pintu terbuka ada dirimu disana, semua masih sama, tak ada yang berubah, semua masih di tempatnya masing-masing. Dan akan kubiarkan begitu saja, karena masih berharap dirimu akan pulang dan kembali menyambut setiap aku pulang nanti.

Sekarang semua tempat adalah kamu, semua benda adalah kamu,

Sadar, bahwa sekarang semuanya lebih rapi sekarang. Tak ada kekacauan, tak ada berantakan, tak ada noda dimana-mana. Semua tampak rapi seperti acara bedah kamar di televisi.

Bukan ini yang kumau, seriusan, mungkin kemarin memang berharap semua akan rapi seperti sekarang, jadi tak harus ada teriakan dan larangan ini itu. Tapi berbeda sekarang. Aku berharap ada tisu dimana-mana, aku berharap ada barangmu yang tidak kau simpan dengan benar.

Kamu adalah penggemar nomor satuku, kamu satu-satunya yang tidak protes dengan apa yang kulakukan. Tidak mencela ketika aku tampil dengan tarian buruk, nyanyian sumbang tak beraturan, masakan tanpa rasa. Kamu masih setia berada di dekatku.

Tarian kemarin adalah tarian terakhir dimana nafasmu masih hangat dipelukan.

Sejak kemarin semua lagu adalah tangis. Ketika semua orang berjingkrak.

Kuhitung jari,

Rasanya belum genap semua,

Kuharap dengan siapapun dirimu sekarang. Semoga berkah Tian selalu menyertai. Berbahagia selalu. Meski belum rela. Meski belum siap. 

Dear Ames, kangen SANGAT.


10 Januari, 2013

Memilih rasa, rasa luka..

Saya sebenarnya tidak suka dengan perasaan yang muncul tiba-tiba setelah sekian tahun tertimbun dengan baik dan tak seorang pun berhasil menemukan kuburan rasa ini.
Saya tidak suka rasa ini, rasa jatuh cinta! Iya, jatuh cinta,

Harusnya saya bahagia ya dengan perasaan ini, masalahnya sekarang saya tidak sendirian, dan dia tiba-tiba hadir membawakan sekop untuk membuka timbunan damai itu.

Setelah bertahun saya merasa baik-baik saja, bahkan saya sudah berani untuk melongok kembali harinya di jejaring sosial. Dan kenapa perasaan ini malah datang dan merusak hati?
Tanya tukang roti bakar yang lewat!

Saya juga tidak bisa dan harus menjaga perasaan banyak orang demi sebuah kata moral.

Sebenarnya banyak orang yang bisa jadi pilihan untuk dipikirkan hari ini. Nah kenapa dia coba yang seharian ini bolak balik di otak bodoh ini?
Bukannya sudah tahu, kalo memikirkan orang ini, ya gak akan ada akhir juntrungannya kemana, mau dibawa kemana juga tetap judulnya kacau, luka!

Dia yang tidak pernah berubah dengan isi kepalanya, saya juga yang tidak pernah berubah jika menyangkut urusan hati dengan dia. Jadi berubah menyebalkan, dan memikirkan hal remeh temeh yang kalo dibahas juga titik temunya cuma satu, BASI!

Berkali berdoa semoga dengan ini, saya bisa jadi pribadi yang lebih baik. Orang yang baik. Dimana ketika bertemu dia lagi, dia akan merasa rugi sudah hadir dan meninggalkan parit darah disini.

27 Oktober, 2012

Angin dan Banyu,

Angin, meski tak pernah kulihat lagi wajahmu, genggamanmu selalu terasa disela jariku, belaianmu selalu mengusap halus wajahku, dan kau biarkan aku terpeluk kesejukanmu,

Tapi kini kemana pun kucari, kau tak pernah lagi hadir, bencikah dirimu untuk menemuiku lagi?

Bertahun kemudian kutemukan banyu, yang bisa mengisi dahaga kesepian hatiku, membasuh wajah sedihku, menghujani hari panasku dan kemudian menenggelamkanku,

Kembali dalam kesendirian lagi

Untuk Ceu Wanda ~

24 Oktober, 2012

Mahluk sombong bernama Manusia

Sebagian Manusia terlalu sombong sebagai mahluk yang sama sama hidup dan berada diatas bumi. Padahal sejak awal Tuhan menghidupkan juga mahluk mahluk lain sebagai teman untuk menyeimbangkan hidup dan kehidupan diatas bumi ini.

Dan kemudian manusia merasa mahluk paling mulia diatas mahluk lainnya, mereka lupa bahwa mahluk lain penghuni bumi ini pun yang menjadikan diri mereka menjadi mereka saat ini.

Manusia merasa merekalah mahluk yang paling berkuasa atas hidup semua mahluk yang bernafas diatas bumi ini. Mereka melakukan eksplorasi besar-besaran atas permukaan dan isi bumi, mereka melakukan pembantaian besar-besaran untuk memenuhi nafsu lidah mereka.

Mereka lupa semua yang ada dimuka bumi ini saling terkait satu sama lain, seperti halnya efek dari kepakan sayap kupu-kupu yang menyebabkan angin badai.

Manusia menjarah hutan, menjarah laut, menjarah tanah, menjarah tempat hidup mahluk hidup lainnya, menjarah hidup banyak mahluk tuhan lain yang seharusnya bisa hidup berdampingan dengan harmonis.

Mereka kemudian memutuskan mahluk mana yang boleh hidup dan mana yang tidak berhak hidup di bumi ini.

Tuhan memang memberikan hak lebih untuk manusia agar memanfaatkan semua yang ada di permukaan tanah, didalam air, di kasat matanya udara. Tapi kemudian manusia menjadi rakus, menjadi egois, menjadi ingin superior dibanding mahluk lainnya, bahkan mereka tak segan untuk menghilangkan sesama dari kaumnya sendiri.

Saya yakin alam yang memang lebih pintar dari manusia akan melakukan tugasnya sendiri, alam kemudian akan menyembuhkan dirinya sendiri, akan menyesuaikan diri dengan setiap keadaan, meski kemudian cara mereka menyeimbangkan hidup adalah dengan mematikan semua yang hidup dan kemudian menghidupkan kembali kehidupan dengan cara yang sama seperti halnya miliaran tahun lalu. Dimana tak ada mahluk yang bernama manusia.

25 April, 2012

Orang cantik tidak akan bertanya

Orang yang memiliki kecantikan atau ketampanan tidak akan menanyakan kepada orang lain, apakah mereka cantik atau tampan? Tanpa bertanya pun, dunia akan mengakui kecantikannya.

Jadi, jika kita masih bertanya kepada orang lain apakah kita cantik atau tidak? Itu artinya kita belum cantik. Karena kita masih perlu meyakinkan diri dengan mencoba mencari dukungan orang lain agar mereka percaya bahwa kita cantik. Atau mungkin karena ada orang lain yang lebih cantik dari kita, atau kita memang tidak cantik tapi merasa cantik sampai perlu anggukan kepala orang lain untuk menyetujuinya.

Seperti halnya seorang teman yang menurut saya dia cantik, tapi dia malah minder dan tidak merasa kalau dia itu cantik. Dia bahkan malu untuk tampil dan hadir diantara banyak orang. Saya harus berkali-kali meyakinkan bahwa dia memang cantik. Cantik itu relatif, dan jelek itu mutlak.

Pepatah itu memang benar adanya. Jika saya bilang si A itu cantik rambutnya, maka menurut teman saya si A itu cantik matanya. Kita melihat seseorang cantik dari berbagai hal. Dan ketika saya bilang si B itu jelek, maka dengan anggukan penuh keyakinan teman saya akan menyetujuinya. Hehehe, becanda.

Seseorang akan terlihat cantik justru ketika bukan dia yang menyadari, tapi orang-orang disekitar yang akan memuji dan bilang bahwa dia cantik tanpa si orang cantik itu bertanya Apakah dia cantik atau tidak. Begitu pun dengan orang-orang yang bertanya tentang kaya atau tidak? Bijak atau tidak? Baik atau tidak? Setia atau tidak? Maka perlu ditanyakan tentang semua itu.

Karena sekali lagi, orang kaya tidak harus berkoar-koar dia kaya atau tidak. Karena mereka tidak harus mengumumkan kekayaannya, toh orang lain akan melihat dan mendengar sendiri jika dia benar-benar kaya atau tidak. Orang yang benar-benar kaya tidak akan bertanya apakah dia kaya atau tidak, kita mengetahui sendiri kekayaannya.

Jadi kamu yang masih bertanya tentang semua hal di didirimu saat ini, masih berani bertanya dan gembar-gembor situ kaya? Eeeeww, itu menunjukkan banget kalau kamu belum bener-bener kaya.

Dan karena saya sering bertanya sama teman-teman saya apakah saya sombong atau tidak? Jawabannya sudah tahu kan? Hehehe, Have a luvely Wed-nite all...

21 Maret, 2012

Mood Booster After Work

Yup, kalo udah berasa jenuh dengan rutinitas, biasanya saya emang butuh Mood Booster untuk tetap bisa bertahan. Karena JobDes atau kerjaan ga bisa kita ganti semau gw, perusahaan siapa pula sampe bisa gonta ganti JobDes yang kita mau, hohoho, maka rutinitas sebelum dan sesudah kerjalah yang saya ganti.  

Jadi, karena banyak jalan menuju Roma, begitu pula banyak rute yang bisa saya pilih untuk menuju dan kembali dari kantor. Sebenarnya yang paling banyak pilihan dan waktu luang yang paling enak sih memang rute menuju pulang ya, kalo rute untuk berangkat kantor sih tetep cari yang paling cepat.   Rute pulang dari kantor itu banyak sekali meski mungkin jarak tempuh akan lebih lama dari rute biasanya, tapi justru dengan memilih rute-rute baru itu, banyak hal yang bisa saya jadikan Mood Booster. Biasanya saya tidak akan terburu-buru dalam memacu kendaraan di rute baru ini, karena akan ada banyak pemandangan indah sepanjang jalan yang bisa untuk dijadikan ajang cuci mata dan bisa bikin mesem-mesem sendiri. Dan akan ada ditemukan tukang jajanan pinggir jalan yang menjual makanan yang ga biasa saya temui, dan itulah saatnya saya berhenti dan jajan disana, hohoho. Atau kalo memang tidak menemukan tukang jajanan yang asyik, maka saya akan mampir di mini market yang ada dan menikmati cemilan di depan mini market itu atau cari tempat yang rindang dan enak untuk duduk-duduk sambil nongkrong dan menghabiskan cemilan itu. Tapi beneran dah, tiap kali coba rute baru, pasti ada saja tempat yang enak untuk berhenti. Coba deh.  

Tapi kalo lagi ada uang lebih dan punya waktu luang yang panjang, biasanya acara ngopi-ngopi cantik juga kadang jadi pelampiasan untuk Mood Booster. Apalagi kalo sudah banyak buku atau tulisan favorit yang belum juga tersentuh padahal judah disimpan lama untuk dibaca. Maka ngopi-ngopi cantiklah yang saya pilih sore pulang kerja.  

Tempat favorit untuk ngopi cantik sore-sore di sini biasanya saya pilih Es Teler 77, karena kalo weekday selalu lengang dan enak untuk dikunjungi untuk saya yang lebih nyaman sendirian. Mungkin juga karena saya suka dengan menu tape bakarnya meski sering banget itu tape bakar absen di sana dan saya terpaksa harus menggantinya dengan pisang bakar atau roti bakar untuk menemani Milo hangatnya.  

Untuk gerai kopi sebenarnya di sini juga ada sih yang enak, di food-fest nya Resinda, tapi itu gerai kopi entah mengapa selalu penuh dengan abege-abege cokin yang gerombolan, yang gerombolan ceweknya sibuk dengan jejeritan dan gerombolan cowoknya sibuk cekakan. Dan jadi berasa tua-nya juga sih kalo kesana, hahaha.  

Oh iya, kalo untuk tempat yang nyaman dikunjungi baik hari kerja ataupun akhir pekan, dan jarang sekali pengunjung yang makan di tempat, tempat itu ada di samping Holland Bakery di tuparev, Dunkin Donut! Di sini mau duduk berapa jam juga bisa tetep anteng karena banyaknya pengunjung yang take away. Hanya saja minus sofa ya di sini. Tapi dijamin sepi!   Nah kalo udah melakukan cara-cara tadi, biasanya mood kembali naik bagus, apalagi setelah baca-baca tulisan atau buku yang bisa memotivasi diri dan membuat sadar bahwa banyak hal yang bisa membuat hidup ini indah dan menemukan bahagia dari diri dan sekitar kita, yang ga usah dicari karena ternyata udah ada di dekat kita.  

Sekarang saatnya istirahat, tetep semangat dan jangan lupa senyum ya untuk hari ini.

Terima kasih untuk nafas dan kesehatan dan kebahagiaan hari ini.

Amiin.

04 Maret, 2012

Mimpi Sesudah Mati...

Saya baru saja kehilangaan seorang sahabat seminggu yang lalu. Dia meninggal setelah harus mendekam satu minggu di Rumah Sakit, dia lebih muda dari saya, harusnya dia bisa tinggal lebih lama di dunia yang palsu ini kan ?

Semasa beliau hidup, dia banyak sekali memiliki mimpi dan selalu menggebu - gebu jika sudah mendiskusikan dan menjelaskan semua hal tentang mimpi - mimpinya itu.

Semua mimpi dan harapan dia, bertentangan terbalik dengan harapan keluarganya. Sebagai anak laki - laki satu - satunya, keluarganya berharap banyak terhadap dia. Dia lah yang nantinya diharapkan akan membawa dan meneruskan nama baik keluarga.

Oleh karena itu, selama ini dia tidak pernah menceritakan mimpi-mimpinya itu terhadap keluarganya, harapan dia yang hampir membuncah karena dia pikir sudah banyak sekali ide di kepalanya yang harus dia tuangkan di alam nyata ini. Berkali-kali dia ajak saya untuk membantu mewujudkannya, saya harap saya bisa mewujudkannya tiap kali dia mengemukakan hal itu, tapi sekali lagi masalah dana yang tetap jadi kendala.

Dan hingga kemarin dia terbaring di rumah sakit, dia tetap menggenggam mimpi-mimpi itu erat-erat.

Hingga detik itu tiba, dan entah darimana keluarganya tahu mengenai mimpi-mimpi itu. Mereka berteriak dan memohon agar mimpi itu bisa terwujud.

kenapa ya ketika dia masih sehat dan masih berada di alam penuh dusta ini mereka justru jadi orang yang terang-terangan menentang dia, dan kemudian berubah berbalik ketika tahu bahwa mimpi itu ikut terkubur disana, di dalam tanah itu bersama dia.

Kenapa tidak berusaha ketika dia masih ada,