Tak ada yang ingin aku lakukan selain memejamkan mata ini dan berharap waktu berlalu hingga ke hari tidak ada lagi dirimu di kota ini, karena tak ada yang bisa aku lakukan meski kau disini, hanya terpisah belasan kilometer, yang bahkan dengan berlari pun aku mampu menjamahmu, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan, kamu tertutup rapi bak kado ulang tahun mahal.
Semakin dekat ke kamis, dan semakin lepas harapan untuk bisa membuatmu tinggal dan membiarkan aku mendekapmu.
Kau ulurkan tanganmu, sebagai ucapan perpisahan, tak akan pernah aku sambut tanganmu, bagiku, tak akan ada perpisahan, sampai kapan pun.
Jika setahun kemarin aku bisa melewatinya dengan baik, tanpa kamu, tanpa harus mengubah rasa ini, maka jika aku harus kembali menunggumu, setahun lagi, maka takkan ada lagi yang harus kamu ragukan dariku, tetap rasa itu sama.
Tak ada yang ingin aku lakukan selain memejamkan mata ini dan berharap waktu berlalu hingga ke hari tidak ada lagi dirimu,
tak ada lagi hari aku harus berkali - kali menekan nomor yang kuhafal diluar kepala, yang bahkan dirimu sendiri pun lupa.
Tak harus lagi ada ratusan pesan singkat tanpa balasan.
Tak harus ada lagi kutunggu jam makan siang diluar.
Tak harus lagi ada pelukan dipunggungku,
Tak harus ada lagi vitamin C botolan di genggaman,
Tak harus lagi ku usap punggung tanganmu,
Tak harus ada lagi caramu membuatku menyerah kegelian,
Tak harus lagi ada jari jemari kita bertautan sepanjang jalan,
Tak harus ada lagi KITA, karena yang tertinggal hanya aku,
Tak ada yang ingin aku lakukan selain memejamkan mata ini dan berharap waktu berlalu hingga ke hari tidak ada lagi dirimu, dan biarkan aku membuka mata ini ketika aku bisa merasa ada dan berarti untukmu, tidak hanya sekarang, tidak hanya nanti, tidak hanya kamu.
My Other Half
25 Januari, 2012
19 Januari, 2012
Hatiku berhenti di kamu
Tak peduli kamu siapa,
Hatiku berhenti di kamu
Sejelek apapun jadinya dirimu,
Hatiku berhenti di kamu
Meski semua orang menganggap kamu makhluk jahat,
Hatiku berhenti di kamu
Sekarang atau seribu tahun nanti pun,
Hatiku berhenti di kamu
Aku tahu kamu takkan bisa lepas darinya,
Tapi hatiku berhenti di kamu
Aku memang takkan lepas dari hidupnya,
Dan hatiku sudah berhenti di kamu
Ketika kita sudah hidup masing - masing,
Hatiku tetap berhenti di kamu
Meski dia yang kamu anggap manusia sempurna dan seharusnya untuk saya,
Hatiku berhenti di kamu
Ketika kamu menjadi Korea, Cina atau Indonesia,
Hatiku berhenti di kamu
Meski kamu tinggal di Bojong Picung atau Bandung Coret atau Lamaran,
Hatiku berhenti di kamu
Kutunggu kamu disini, tak ada pilihan lain,
Karena Hatiku berhenti di kamu
Baiklah akan saya ungkapkan yang sebenarnya, akan saya jelaskan alasan saya mencintaimu dengan 'jika' dan 'karena',
Saya mencintaimu jika saya mencintaimu,
Saya mencintaimu karena saya mencintaimu,
Hatiku berhenti di kamu
Sejelek apapun jadinya dirimu,
Hatiku berhenti di kamu
Meski semua orang menganggap kamu makhluk jahat,
Hatiku berhenti di kamu
Sekarang atau seribu tahun nanti pun,
Hatiku berhenti di kamu
Aku tahu kamu takkan bisa lepas darinya,
Tapi hatiku berhenti di kamu
Aku memang takkan lepas dari hidupnya,
Dan hatiku sudah berhenti di kamu
Ketika kita sudah hidup masing - masing,
Hatiku tetap berhenti di kamu
Meski dia yang kamu anggap manusia sempurna dan seharusnya untuk saya,
Hatiku berhenti di kamu
Ketika kamu menjadi Korea, Cina atau Indonesia,
Hatiku berhenti di kamu
Meski kamu tinggal di Bojong Picung atau Bandung Coret atau Lamaran,
Hatiku berhenti di kamu
Kutunggu kamu disini, tak ada pilihan lain,
Karena Hatiku berhenti di kamu
Baiklah akan saya ungkapkan yang sebenarnya, akan saya jelaskan alasan saya mencintaimu dengan 'jika' dan 'karena',
Saya mencintaimu jika saya mencintaimu,
Saya mencintaimu karena saya mencintaimu,
17 Januari, 2012
Kamu yang jadi teman hidup kekasihku !
hei kamu !
Ya kamu yang jadi teman hidup kekasihku,
Maafkan jika aku sudah masuk dalam kehidupan kalian, aku tahu itu sangat salah. Tapi andai cinta bisa memilih, aku takkan memilih dia yang jadi akar dihati ini.
Menyakitkan memang jika orang yang kita cintai dan sudah menjadi teman hidup selama beberpaa tahun ini kemudian punya seorang kekasih lain, dan itu bukan kamu. Aku sepenuhnya mengerti tentang itu, dan akan kulakukan hal yang sama jika aku berada di posisimu sekarang, saat ini.
Tapi hei, manusia berubah, semua takkan menjadi sama dalam hitungan waktu, orang yang kamu cintai sedetik lalu, mungkin akan kamu benci di detik kemudian, dan akan kamu cintai lagi di detik berikutnya, inilah yang terjadi dalam hidupmu, sekarang.
Aku datang dalam keadaan yang tidak tepat untuk dirimu, aku datang ketika dia sudah berubah, andai aku juga bisa membuat dia kembali kepadamu tanpa harus mendorong dia jatuh.
Aku mencintainya sebesar cinta yang sudah kamu berikan padanya, bisa jadi lebih, bisa jadi kurang, hanya cara kita saja yang berbeda.
Aku menginginkan kehidupan bahagia untuk dia seperti yang sudah kamu lakukan selama ini, hanya saja kadang bukan begitu cara memegang dia saat ini. Kamu meremasnya sekarang, bukan lagi memegang erat.
Kekasihku yang juga teman hidupmu selalu ada untuk kita, dia akan menjadi bagian dalam hidup kita entah sampai kapan dia akan berubah lagi, siapkan pakaian perangmu ketika dia mulai berubah lagi, dan akan kusiapkan hati ketika dia sudah siap.
kamu tahu...
Suatu saat nanti, entah berapa lama lagi waktu itu akan tiba, dia akan meninggalkan kita juga, untuk seseorang yang sudah siapkan disana, dia tidak akan menjadi teman hidup kamu dan tidak akan menjadi kekasihku, jadi mari kita menunggu waktu itu tiba dengan membiarkan ia menikmati saat - saat bersama kita tanpa harus ada yang mengakui bahwa dia harus denganmu atau denganku.
Dalam satu putaran waktu dia akan berada disampingmu dan mendengkur halus di tengkukmu, itu yang tidak pernah aku dapatkan hingga saat ini, aku hanya matahari untuk hidupnya, dan kadang menjadi bintang diantara mendung senja. Kamu akan jadi bulan dan bintang kemudian, bahkan kamu yang lebih sering berada di posisi matahariku. Dan aku tak pantas jika harus mengeluh dengan itu. Kamu punya hak sepenuhnya.
Kamu menganggap saya begitu mengancam,
Ketahuilah, saya bukan ancaman, yang jadi ancaman untuk dia justru ego mu,
Kamu tak pernah melepas dia bebas, kamu malah menambah rantai dikakinya,
Halah, siapalah aku yang sok tahu ini, aku bahkan belum pernah berbicara denganmu,
Jujur, aku bahagia jadi bagian cerita ini, meski harus mencorat coret dinding indahmu, maaf, aku tidak punya pilihan.
Yang pasti aku hanya ingin dia bahagia, meski itu harus denganku, atau denganmu, atau dengan masa depannya nanti,
Ya kamu yang jadi teman hidup kekasihku,
Maafkan jika aku sudah masuk dalam kehidupan kalian, aku tahu itu sangat salah. Tapi andai cinta bisa memilih, aku takkan memilih dia yang jadi akar dihati ini.
Menyakitkan memang jika orang yang kita cintai dan sudah menjadi teman hidup selama beberpaa tahun ini kemudian punya seorang kekasih lain, dan itu bukan kamu. Aku sepenuhnya mengerti tentang itu, dan akan kulakukan hal yang sama jika aku berada di posisimu sekarang, saat ini.
Tapi hei, manusia berubah, semua takkan menjadi sama dalam hitungan waktu, orang yang kamu cintai sedetik lalu, mungkin akan kamu benci di detik kemudian, dan akan kamu cintai lagi di detik berikutnya, inilah yang terjadi dalam hidupmu, sekarang.
Aku datang dalam keadaan yang tidak tepat untuk dirimu, aku datang ketika dia sudah berubah, andai aku juga bisa membuat dia kembali kepadamu tanpa harus mendorong dia jatuh.
Aku mencintainya sebesar cinta yang sudah kamu berikan padanya, bisa jadi lebih, bisa jadi kurang, hanya cara kita saja yang berbeda.
Aku menginginkan kehidupan bahagia untuk dia seperti yang sudah kamu lakukan selama ini, hanya saja kadang bukan begitu cara memegang dia saat ini. Kamu meremasnya sekarang, bukan lagi memegang erat.
Kekasihku yang juga teman hidupmu selalu ada untuk kita, dia akan menjadi bagian dalam hidup kita entah sampai kapan dia akan berubah lagi, siapkan pakaian perangmu ketika dia mulai berubah lagi, dan akan kusiapkan hati ketika dia sudah siap.
kamu tahu...
Suatu saat nanti, entah berapa lama lagi waktu itu akan tiba, dia akan meninggalkan kita juga, untuk seseorang yang sudah siapkan disana, dia tidak akan menjadi teman hidup kamu dan tidak akan menjadi kekasihku, jadi mari kita menunggu waktu itu tiba dengan membiarkan ia menikmati saat - saat bersama kita tanpa harus ada yang mengakui bahwa dia harus denganmu atau denganku.
Dalam satu putaran waktu dia akan berada disampingmu dan mendengkur halus di tengkukmu, itu yang tidak pernah aku dapatkan hingga saat ini, aku hanya matahari untuk hidupnya, dan kadang menjadi bintang diantara mendung senja. Kamu akan jadi bulan dan bintang kemudian, bahkan kamu yang lebih sering berada di posisi matahariku. Dan aku tak pantas jika harus mengeluh dengan itu. Kamu punya hak sepenuhnya.
Kamu menganggap saya begitu mengancam,
Ketahuilah, saya bukan ancaman, yang jadi ancaman untuk dia justru ego mu,
Kamu tak pernah melepas dia bebas, kamu malah menambah rantai dikakinya,
Halah, siapalah aku yang sok tahu ini, aku bahkan belum pernah berbicara denganmu,
Jujur, aku bahagia jadi bagian cerita ini, meski harus mencorat coret dinding indahmu, maaf, aku tidak punya pilihan.
Yang pasti aku hanya ingin dia bahagia, meski itu harus denganku, atau denganmu, atau dengan masa depannya nanti,
07 Januari, 2012
Don't go Korea
Saya percaya takdir, seperti saya percaya ketika pertama kali saya bertemu denganmu. Meski saat itu tak sempat dirimu menyadari keberadaan saya.
Setahun kemudian, saya benar - benar bertemu denganmu. Benar - benar bisa membuatmu berpaling, tersenyum dan menyadari keberadaanku. Dan saat itu, kita tak lagi saling sendiri.
Kamu hanya memberi saya waktu tidak lebih dari dua bulan. Dan semua halaman agenda tentang kita harus saya robek untuk tidak menjadi bagian masa depan kita. Kamu memutuskan untuk pergi sendiri. Tanpa ada saya atau dia, teman hidupmu.
Ya, saya cemburu pada dia, yang selalu bisa disampingmu setahun ini.
Saya cemburu pada dia yang setiap malam bisa menatap lelap tidurmu dan memastikan kau baik - baik saja.
Saya cemburu karena dia yang berada di dekapanmu, bukan saya.
Saya juga ingin merasakan hembusan lembut nafasmu disamping saya ketika ternyenyak dan bermain di alam mimpi.
Ku cemburu pada dia tentang segala yang ada pada dirimu.
Setahun kini sudah, saya menanti kembali dirimu. Kamu memang kembali, tapi bukan untuk saya. Kamu masih saja bergelut dengan hal yang sama seperti setahun lalu. Hal yang sebenarnya tidak pernah kamu impikan dan inginkan.
Kamu memang tak akan pernah lepas dari genggaman dia, dia yang memang bisa memiliki kamu dan membuat kamu terus menerus terikat dalam cakaran tajamnya. Sudah banyak akar yang dia tanam di kaki dan hatimu. yang membuat dirimu bahkan tidak bisa bernafas.
Melihat bagaimana dia berusaha memberikan yang terbaik untukmu, bagaimana dia berusaha membuat kamu tinggal, semua yang dimilikinya rela dia berikan untukmu. Membuat saya menyalahkan diri karena berusaha mengalihkan hidupmu untuk saya.
Sekali lagi kamu lari dari hidup, hidup saya dan dia, hidup yang sama - sama kami tawarkan untukmu.
Setahun kemudian, saya benar - benar bertemu denganmu. Benar - benar bisa membuatmu berpaling, tersenyum dan menyadari keberadaanku. Dan saat itu, kita tak lagi saling sendiri.
Kamu hanya memberi saya waktu tidak lebih dari dua bulan. Dan semua halaman agenda tentang kita harus saya robek untuk tidak menjadi bagian masa depan kita. Kamu memutuskan untuk pergi sendiri. Tanpa ada saya atau dia, teman hidupmu.
Ya, saya cemburu pada dia, yang selalu bisa disampingmu setahun ini.
Saya cemburu pada dia yang setiap malam bisa menatap lelap tidurmu dan memastikan kau baik - baik saja.
Saya cemburu karena dia yang berada di dekapanmu, bukan saya.
Saya juga ingin merasakan hembusan lembut nafasmu disamping saya ketika ternyenyak dan bermain di alam mimpi.
Ku cemburu pada dia tentang segala yang ada pada dirimu.
Setahun kini sudah, saya menanti kembali dirimu. Kamu memang kembali, tapi bukan untuk saya. Kamu masih saja bergelut dengan hal yang sama seperti setahun lalu. Hal yang sebenarnya tidak pernah kamu impikan dan inginkan.
Kamu memang tak akan pernah lepas dari genggaman dia, dia yang memang bisa memiliki kamu dan membuat kamu terus menerus terikat dalam cakaran tajamnya. Sudah banyak akar yang dia tanam di kaki dan hatimu. yang membuat dirimu bahkan tidak bisa bernafas.
Melihat bagaimana dia berusaha memberikan yang terbaik untukmu, bagaimana dia berusaha membuat kamu tinggal, semua yang dimilikinya rela dia berikan untukmu. Membuat saya menyalahkan diri karena berusaha mengalihkan hidupmu untuk saya.
Sekali lagi kamu lari dari hidup, hidup saya dan dia, hidup yang sama - sama kami tawarkan untukmu.
12 Februari, 2011
Pesan facebook - 2 (today)
Barangkali iya. Barangkali juga tidak. Apa gunanya mencari tahu? Setahuku cinta tidak butuh alasan. Manusialah yang bersusah payah merangkai formula untuk merumuskan cinta. Jatuh cinta karena begini. Jadi sayang karena begitu. Toh akhirnya kita menyerah pada kesederhanaan itu: Mencintai karena mencintai.
Aku mencintai dadamu yang tidak bidang, bulu-bulu kasar di tubuhmu, tahi lalatmu. Aku mencintai caramu tertawa, tarikan sudut bibirmu, senyum lebarmu. Aku mencintai lipatan perutmu, pundakmu, lengan-lenganmu yang besar. Aku mencintai kening lebarmu, mata teduhmu, bibirmu. Aku mencintai caramu menatapku. Aku mencintai kecupanmu yang berkali-kali. Aku mencintai pelukanmu lebih dari aku mencintai hujan.
Aku mencintaimu lebih dari hamparan pasir hangat, merdu gelombang laut, semburat keemasan senja, dan lengkungan pelangi.
Aku mencintaimu lebih dari semua keindahan yang pernah kutemui.
Serumit dan sesederhana itulah aku menyayangimu.
*pesaninipernahsayakirimkandandikirimbalikkesayahariini
Aku mencintai dadamu yang tidak bidang, bulu-bulu kasar di tubuhmu, tahi lalatmu. Aku mencintai caramu tertawa, tarikan sudut bibirmu, senyum lebarmu. Aku mencintai lipatan perutmu, pundakmu, lengan-lenganmu yang besar. Aku mencintai kening lebarmu, mata teduhmu, bibirmu. Aku mencintai caramu menatapku. Aku mencintai kecupanmu yang berkali-kali. Aku mencintai pelukanmu lebih dari aku mencintai hujan.
Aku mencintaimu lebih dari hamparan pasir hangat, merdu gelombang laut, semburat keemasan senja, dan lengkungan pelangi.
Aku mencintaimu lebih dari semua keindahan yang pernah kutemui.
Serumit dan sesederhana itulah aku menyayangimu.
*pesaninipernahsayakirimkandandikirimbalikkesayahariini
Pesan Facebook - 1 (today)
Pertama kali saya melihatmu malam itu, saya tahu dan saya yakin saya pernah melihatmu, tapi saya tidak tahu dimana.
Tapi saya yakin saya pernah melihatmu. Dan pernah bercengkerama dengan dekat.
Ketika saya akhirnya bertemu kembali di tempat Tuhan. Saya tidak tahu apakah kemudian Tuhan menginginkan saya untuk kembali bertemu dirimu. Dan saya tahu, saya menyadari bahwa saya memang sudah jatuh cinta denganmu, bahkan sebelum kita bertemu.
Kemudian kita bersama, dan saya terlalu banyak menuntut kepadamu. Saya selalu ingin kamu ada di sisi saya.
percayalah, SAYA BEGITU TAKUT KEHILANGAN LAGI DIRIMU. Saya tidak ingin lagi bertanya - tanya dimana kita pernah bertemu sebelumnya.
Andai boleh saya memilikimu, saya akan memilikimu, dengan sah ! Agar dirimu tidak lagi harus pergi dari saya...
agar saya bisa memilikimu selamanya....
Andai....
Saya yakin kita pernah bertemu sebelumnya...
Dan saya tidak ingin KEHILANGAN dirimu lagi...
*pesandarifacebookyangsayaterimahariiniadalahpesanyangpernahsayakirimuntukseseorang
Tapi saya yakin saya pernah melihatmu. Dan pernah bercengkerama dengan dekat.
Ketika saya akhirnya bertemu kembali di tempat Tuhan. Saya tidak tahu apakah kemudian Tuhan menginginkan saya untuk kembali bertemu dirimu. Dan saya tahu, saya menyadari bahwa saya memang sudah jatuh cinta denganmu, bahkan sebelum kita bertemu.
Kemudian kita bersama, dan saya terlalu banyak menuntut kepadamu. Saya selalu ingin kamu ada di sisi saya.
percayalah, SAYA BEGITU TAKUT KEHILANGAN LAGI DIRIMU. Saya tidak ingin lagi bertanya - tanya dimana kita pernah bertemu sebelumnya.
Andai boleh saya memilikimu, saya akan memilikimu, dengan sah ! Agar dirimu tidak lagi harus pergi dari saya...
agar saya bisa memilikimu selamanya....
Andai....
Saya yakin kita pernah bertemu sebelumnya...
Dan saya tidak ingin KEHILANGAN dirimu lagi...
*pesandarifacebookyangsayaterimahariiniadalahpesanyangpernahsayakirimuntukseseorang
05 Februari, 2011
Katanya Cintaaaa,
Seorang teman menangis tadi malam setelah mengetahui pacarnya ternyata nge- gebet sahabatnya sendiri. Dia menangis sepanjang jalan dan sempat pake acara pingsan segala. Saya yang waktu itu ada di tempat kejadian ikut – ikutan repot menyadarkan dan menghibur dia.
Setelah keadaan dia membaik dan mulai bisa diajak komunikasi lagi, iseng – iseng saya bertanya sama dia, kenapa sampai segitu nya sih cinta sama orang yang udah jelas – jelas tidak mencintai dia, malah nge-gebet temen dia.
Saya : “Emang lo segitu cinta-nya ya sama si X itu ?”
Teman saya : “Ya iyalah gue cinta banget sama dia… kalo ga cinta ngapain gue nangis dan banyak berkorban segalanya untuk dia ? “ (dengan nada tinggi nih dia jawabnya).
S : “Iya gue ngerti, Cuma yang gue heran, apa sih yang lo dapet dari dia ? bukannya selama ini dia udah morotin lo, minta ini – itu, lo bayarin uang kosan-nya dia, beliin ini – itu, emang lo ga ngerasa gitu kalo dia manfaatin lo doang… ?
TS : “Gapapa lah mau dia morotin gue kek, gapapa, asal dia ada disamping gue terus.”
S : “Sebenarnya apa sih yang lo harepin dari dia ?”
TS : “Gue harap dia bisa sayang sama gue, cinta sama gue, mau manjain gue, kayak gue manjain dia…”
S : “Termasuk seks… ?”
TS : “Ya iya lah, siapa sih yang ga mau nge-seks sama dia, tapi gapapa ding, meski dia hanya cinta sama gue juga udah cukup…”
S : “Maaf nih ya… kok kesannya dia pelacur ya.. lo bayarin semua kebutuhan dia for seks…”
TS : “Ya biarin aja…” (mata temen gue mendelik deh..)
S : “Trus, kenapa lo nangis kalo dia pergi…?”
TS : “Ya iya lah, siapa lagi yang nemenin gue malam minggu, ngelus – ngelus pala gue… yang bisa gue ajak kondangan…”
S : “Lo sebenernya butuh pasangan hidup ato temen malam minggu ama kondangan sih..”
TS : “Ih elo mah ga ngerti sih…”
S : “Iya gue emang ga ngerti arti cinta lo ke dia…”
TS : “Cuma yang bikin dada gue nyesek… kenapa dia malah ngajak pacaran si W, kenapa bukan gue yang sudah banyak berkorban untuk dia… dia egois banget ga sih, kenapa dia ga pernah mikirin gue, kenapa dia selalu mikirin diri sendiri sih…”
S : “Gimana ya… sebenernya yang egois bukan dia deh…”
TS : “maksod loooo ?!! kalo bukan dia yang egois, trus gue gitu ?! “ (emosi jiwa lagi deh ni anak, telunjuknya berapa kali nusuk dadanya sendiri, ga sakit apa)
S : “Bukan gitu juga kali… nih coba deh baca dulu ini… nanti kamu akan mengerti kenapa” (sambil menyerahkan lembaran kertas)
Isi tulisannya ini nih, pernah baca ini waktu pertama datang ke karawang. Mudah – mudahan berguna juga buat yang baca :
Jangan bersedih ketika DIA pergi
Mungkin bukan untukmu
Mungkin tidak untuk saat ini.
DIA mungkin lelaki “ hebat,Tampan,Cerdas ” yang sempurna yang kamu cari selama ini
Tapi apa kamu pernah berpikir dan bertanya pada hati kecil kamu ”apa DIA yang terbaik...???
Yakinkah kamu bahwa DIA bukan hanya ‘obsesi”semata, bukan hanya untuk membuat kamu bangga karena bisa membuat orang lain ingin membunuhmu karena DIA memilihmu?
Yakinkah kamu kalau DIA bukan sekadar pajangan yang ingin kamu pamerkan ke teman-teman kamu?
Mari lihat lebih dari yang terlihat
Belajar melepaskan…
Yakinlah suatu hari nanti
Bila saatnya tiba
Akan datang seseorang yang benar-benar menyayangimu
Orang yang akan melakukan apa saja hanya untuk membuatmu kembali tersenyum
Orang yang merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkanmu.
Orang yang merasa sangat bersalah dan menyesal karena telah membuatmu menangis
Orang yang rela kerja keras hanya agar kalian berdua bisa menempati rumah yang layak
Orang yang tidak peduli apa perut kamu sudah mulai buncit atau rambut kamu mulai beruban
Orang yang tetap bilang kamu cantik/tampan bahkan ketika kamu baru bangun tidur
Orang yang hanya melihat “kamu” bukan dari apa yang kamu pakai, karena pekerjaan kamu, karena caramu memperlakukan dia, dan bukan dari apa saja yang telah kamu lakukan untuknya.
Orang yang akan menunggu kamu dengan sabar sampai kamu berkata “ I do”
Kamu sempurna apa adanya dan yakinlah bahwa akan ada seseorang yang berpikir seperti itu tentang kamu
dan mungkin itu bukan DIA.
Dibutuhkan begitu banyak keberanian, cinta, keyakinan, hati lapang dan terbuka kebijaksanaan dan pikiran yang jernih untuk melewati masa-masa sulit ini
Yeah, it’s not easy to handle, but sure it’s a blessing in disguise
Jangan melawan takdir
Hadapi dengan semua ketegaran yang kamu punya
Hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan.
Hidup bukan hanya soal menemukan belahan jiwa
Hidupmu terlalu berarti hanya untuk menangisi kepergian DIA
Hidupmu bahkan begitu singkat untuk mencari tahu mengapa DIA meninggalkanmu.
Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat hidup kamu berarti
Jangan habiskan waktu hanya untuk melihat kebelakang karena apa yang ada di depanmu jauh lebih indah bila kamu ingin membuka mata dan hati kamu...
jadi mulai sekarang biarkan DIA pergi
mulai saat ini hadapi kenyataan dan lanjutkan hidup.
Eh udah baca tulisan diatas, dia malah tambah kenceng nangis nya,
Cape Deeehhh…..
Sebenarnya menurut saya, kadang ketika kita ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai...
Sebenarnya kita bukan menangisi dia, orang yang kita cintai itu,
tapi kita menangisi diri sendiri,
kita sendiri yang takut sendirian dan menginginkan dia tetap ada disamping kita,
kita yang masih butuh dia,
kita yang ketkutan tak akan ada lagi yang akan membuat masakan yang enak untuk kita,
tak ada lagi yang akan memberi nafkah,
tidak akan lagi tempat untuk bergantung,
Semuanya ternyata "tentang diri sendiri"... bukan tentang dia....
Semua karena kita, kita, kita, kita.... bukan dia...
Jadi yang egois sebenarnya kita ato dia yang pergi...
Siapa tau ternyata ketika dia pergi, memang itu yang akan membuat dia bahagia,
dan bukan bersama kita,
tapi tetep ga rela ya dia pergi...
egois ah... katanya cintaaaaa.. kalo cinta harus rela melihat orang yang kita cintai bahagia, dan memilih jalan hidup yang menurut dia baik, meski dengan itu, pilihannya adalah meninggalkan kita...
Katanya cintaaaa.... ternyata cuma egois saja....
Setelah keadaan dia membaik dan mulai bisa diajak komunikasi lagi, iseng – iseng saya bertanya sama dia, kenapa sampai segitu nya sih cinta sama orang yang udah jelas – jelas tidak mencintai dia, malah nge-gebet temen dia.
Saya : “Emang lo segitu cinta-nya ya sama si X itu ?”
Teman saya : “Ya iyalah gue cinta banget sama dia… kalo ga cinta ngapain gue nangis dan banyak berkorban segalanya untuk dia ? “ (dengan nada tinggi nih dia jawabnya).
S : “Iya gue ngerti, Cuma yang gue heran, apa sih yang lo dapet dari dia ? bukannya selama ini dia udah morotin lo, minta ini – itu, lo bayarin uang kosan-nya dia, beliin ini – itu, emang lo ga ngerasa gitu kalo dia manfaatin lo doang… ?
TS : “Gapapa lah mau dia morotin gue kek, gapapa, asal dia ada disamping gue terus.”
S : “Sebenarnya apa sih yang lo harepin dari dia ?”
TS : “Gue harap dia bisa sayang sama gue, cinta sama gue, mau manjain gue, kayak gue manjain dia…”
S : “Termasuk seks… ?”
TS : “Ya iya lah, siapa sih yang ga mau nge-seks sama dia, tapi gapapa ding, meski dia hanya cinta sama gue juga udah cukup…”
S : “Maaf nih ya… kok kesannya dia pelacur ya.. lo bayarin semua kebutuhan dia for seks…”
TS : “Ya biarin aja…” (mata temen gue mendelik deh..)
S : “Trus, kenapa lo nangis kalo dia pergi…?”
TS : “Ya iya lah, siapa lagi yang nemenin gue malam minggu, ngelus – ngelus pala gue… yang bisa gue ajak kondangan…”
S : “Lo sebenernya butuh pasangan hidup ato temen malam minggu ama kondangan sih..”
TS : “Ih elo mah ga ngerti sih…”
S : “Iya gue emang ga ngerti arti cinta lo ke dia…”
TS : “Cuma yang bikin dada gue nyesek… kenapa dia malah ngajak pacaran si W, kenapa bukan gue yang sudah banyak berkorban untuk dia… dia egois banget ga sih, kenapa dia ga pernah mikirin gue, kenapa dia selalu mikirin diri sendiri sih…”
S : “Gimana ya… sebenernya yang egois bukan dia deh…”
TS : “maksod loooo ?!! kalo bukan dia yang egois, trus gue gitu ?! “ (emosi jiwa lagi deh ni anak, telunjuknya berapa kali nusuk dadanya sendiri, ga sakit apa)
S : “Bukan gitu juga kali… nih coba deh baca dulu ini… nanti kamu akan mengerti kenapa” (sambil menyerahkan lembaran kertas)
Isi tulisannya ini nih, pernah baca ini waktu pertama datang ke karawang. Mudah – mudahan berguna juga buat yang baca :
Jangan bersedih ketika DIA pergi
Mungkin bukan untukmu
Mungkin tidak untuk saat ini.
DIA mungkin lelaki “ hebat,Tampan,Cerdas ” yang sempurna yang kamu cari selama ini
Tapi apa kamu pernah berpikir dan bertanya pada hati kecil kamu ”apa DIA yang terbaik...???
Yakinkah kamu bahwa DIA bukan hanya ‘obsesi”semata, bukan hanya untuk membuat kamu bangga karena bisa membuat orang lain ingin membunuhmu karena DIA memilihmu?
Yakinkah kamu kalau DIA bukan sekadar pajangan yang ingin kamu pamerkan ke teman-teman kamu?
Mari lihat lebih dari yang terlihat
Belajar melepaskan…
Yakinlah suatu hari nanti
Bila saatnya tiba
Akan datang seseorang yang benar-benar menyayangimu
Orang yang akan melakukan apa saja hanya untuk membuatmu kembali tersenyum
Orang yang merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkanmu.
Orang yang merasa sangat bersalah dan menyesal karena telah membuatmu menangis
Orang yang rela kerja keras hanya agar kalian berdua bisa menempati rumah yang layak
Orang yang tidak peduli apa perut kamu sudah mulai buncit atau rambut kamu mulai beruban
Orang yang tetap bilang kamu cantik/tampan bahkan ketika kamu baru bangun tidur
Orang yang hanya melihat “kamu” bukan dari apa yang kamu pakai, karena pekerjaan kamu, karena caramu memperlakukan dia, dan bukan dari apa saja yang telah kamu lakukan untuknya.
Orang yang akan menunggu kamu dengan sabar sampai kamu berkata “ I do”
Kamu sempurna apa adanya dan yakinlah bahwa akan ada seseorang yang berpikir seperti itu tentang kamu
dan mungkin itu bukan DIA.
Dibutuhkan begitu banyak keberanian, cinta, keyakinan, hati lapang dan terbuka kebijaksanaan dan pikiran yang jernih untuk melewati masa-masa sulit ini
Yeah, it’s not easy to handle, but sure it’s a blessing in disguise
Jangan melawan takdir
Hadapi dengan semua ketegaran yang kamu punya
Hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan.
Hidup bukan hanya soal menemukan belahan jiwa
Hidupmu terlalu berarti hanya untuk menangisi kepergian DIA
Hidupmu bahkan begitu singkat untuk mencari tahu mengapa DIA meninggalkanmu.
Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat hidup kamu berarti
Jangan habiskan waktu hanya untuk melihat kebelakang karena apa yang ada di depanmu jauh lebih indah bila kamu ingin membuka mata dan hati kamu...
jadi mulai sekarang biarkan DIA pergi
mulai saat ini hadapi kenyataan dan lanjutkan hidup.
Eh udah baca tulisan diatas, dia malah tambah kenceng nangis nya,
Cape Deeehhh…..
Sebenarnya menurut saya, kadang ketika kita ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai...
Sebenarnya kita bukan menangisi dia, orang yang kita cintai itu,
tapi kita menangisi diri sendiri,
kita sendiri yang takut sendirian dan menginginkan dia tetap ada disamping kita,
kita yang masih butuh dia,
kita yang ketkutan tak akan ada lagi yang akan membuat masakan yang enak untuk kita,
tak ada lagi yang akan memberi nafkah,
tidak akan lagi tempat untuk bergantung,
Semuanya ternyata "tentang diri sendiri"... bukan tentang dia....
Semua karena kita, kita, kita, kita.... bukan dia...
Jadi yang egois sebenarnya kita ato dia yang pergi...
Siapa tau ternyata ketika dia pergi, memang itu yang akan membuat dia bahagia,
dan bukan bersama kita,
tapi tetep ga rela ya dia pergi...
egois ah... katanya cintaaaaa.. kalo cinta harus rela melihat orang yang kita cintai bahagia, dan memilih jalan hidup yang menurut dia baik, meski dengan itu, pilihannya adalah meninggalkan kita...
Katanya cintaaaa.... ternyata cuma egois saja....
Langganan:
Postingan (Atom)