25 Oktober, 2010

안녕히계세요

Dear all,

Saya ingin memberitahu anda semua, bahwa hari ini adalah hari terakhir saya di Kido JAYA.

Saya sangat menikmati masa kerja saya di sini dan menghargai karena memiliki kesempatan untuk bekerja dengan anda semua. Terima kasih atas bimbingan, dukungan dan dorongan yang telah diberikan selama saya di Kido JAYA.

Pengalaman saya dengan Kido JAYA sangat bermanfaat. Saya sangat senang telah memiliki kesempatan untuk bekerja untuk suatu perusahaan yang baik. Saya berharap anda semua dan perusahaan terus sukses.

Chiung Yao bilang “ tak ada pesta yang tak usai”.
Dan sekarang mungkin saatnya saya mengakhiri pesta bersama anda.
Saya sangat berterima kasih atas segalanya. Mohon maaf atas semua perbuatan, perkataan, yang saya niatkan untuk bercanda yang dengan tidak saya sadari telah menyakiti perasaan. Mohon maaf yang sangat untuk hal-hal itu.
Dan dalam satu cerita pasti ada akhir, tapi dalam kehidupan setiap akhir adalah permulaan awal yang baru.

Dan hari ini terakhir saya bisa mengirimkan email dengan domain ini.
Sekali lagi terima kasih atas segalanya selama ini.
Semoga segalanya bertambah berkah mulai hari ini.
Terima kasih.

MOHON PAMIT.

Best regards,
Sugi Oh

10 Oktober, 2010

Karena hati saya cuma satu dan sudah untuk mencintaimu,











Saya tidak butuh kesempurnaan, yang saya butuhkan justru ketidaksempurnaan dari orang yang saya cintai, disanalah tempat dimana saya bisa mengisi ketidaksempurnaan-mu itu dengan hati saya,

dan merasa dibutuhkan oleh orang yang kita cintai adalah anugerah, bukan beban,

Cinta itu "kamu" bukan yang lain,

Saya mencintai dirimu dengan apa adanya dirimu,

Jangan meminta saya mencintai orang lain selain kamu, karena hati saya cuma satu dan sudah untuk mencintaimu,

Gambar dipinjam dari demoscene.tv
Terima kasih

Menurutmu, pilihan saya mudah ?!


Apa yang akan kamu pilih jika kamu dihadapkan pada dua pilihan yang kamu sendiri tidak ingin memilihnya.

Pilihan pertama :
Kamu mencintainya, dan dia mengetahui sangat tentang itu, kamu tidak bisa lepas dari bayang - bayang hidup dia, kamu merasa baik - baik saja meski kamu harus kehilangan segalanya, teman, pekerjaan, uang, kamu berani mati untuk dia, dan rela menyerahkan segalanya untuk dia, segalanya, tidak peduli kamu akan menderita di setengah perjalanan hidupmu. Dia cinta matimu,
Cinta mati
Cinta mati II
Cinta mati III
Dan jika kamu diberi hidup hingga sejuta kali maka dialah :
Cinta mati - sejuta-mu...

Pilihan kedua :
Kamu mencintainya, dan kamu mengetahui sangat kalau dia mencintaimu, dia merasa baik - baik saja meski dia harus kehilangan segalanya, teman, pekerjaan, uang, dia berani mati hanya untuk mencintaimu, dan dia rela menyerahkan segalanya untukmu, segalanya, tidak peduli dia akan menderita di setengah perjalanan hidupnya, meski dia tahu, dia bukan cinta mati-mu, bagi dia, kamu cinta matinya,
Cinta mati
Cinta mati II
Cinta mati III
Dan jika dia diberi hidup hingga sejuta kali maka kamulah :
Cinta mati - sejuta-nya...

Hidup memang tidak pernah ada yang se-ideal harapanmu, pilihan pertama akan selalu hadir di hidupmu, sampai kapan pun, dia akan terus di hidupmu, dan kamu harus terus berpura - pura agar dia bisa nyaman bersamamu, agar dia bisa melihat kamu sesempurna malaikat, sampai kamu menyadari bagaimana cara mensyukuri hidup. Hidupmu, bukan hidup dia,

Hidup memang tidak pernah ada yang se-ideal harapan dia, pilihan kedua akan selalu hadir di hidupmu, sampai kapan pun, dia akan selalu bisa menerima dirimu, dan kamu tidak harus berpura - pura jadi orang lain di hadapannya, kamu adalah bagaimana kamu menjalani hidup, kehidupan pribadimu tak ada yang tak dia terima, baik buruk dan jorokmu.

Mana yang akan kamu pilih untuk besok hari ? pilihan untuk kamu ketika bangun tidur pagi esok,

Pilih sekarang, karena besok tidak akan ada lagi pilihan itu, besok kamu harus menjalani salah satu pilihan hidupmu itu,

Selamat menjalani hidup,
Ingat ! Hidupmu, bukan hidup pilihan - pilihan orang lain,
Berbahagialah dengan pilihanmu,
Sekarang,

Gambar dipinjam dari edukasi.kompasiana.com
Terima kasih

08 Oktober, 2010

"Jomblo-lah... sebelum jomblo itu dilarang.."

Menjadi seorang lajang di usia kepala tiga memang enak - enak enek. Enak karena saya masih punya banyak waktu luang untuk diri saya sendiri, memutuskan apa yang terbaik untuk kerjaan saya, perjalanan saya,

Enek, karena setiap saat akan ditanya
" Kapan Menikah ?"
" Entar Keburu tua lho... ga ada yang mau nanti.."
" Ih si A temenmu kan udah lahiran lagi.. kamu kapan..?"
" Hei Bujang Buluk.. Betah amat sendirian..."

Dan juga, karena tiap kali ketemu teman - teman seangkatan yang sudah punya anak - anak yang lucu, yang saya juga suka tergoda untuk ikut menggendong dan mencium pipi gembulnya. Dan punya istri yang lucu juga. Hehehehe...

Jadi, mungkin melihat muka penuh penderitaan saya, Bapak saya akhirnya memiliki ide untuk menjodohkan saya dengan anak dari temannya beliau. Dengan sedikit memaksa beliau meminta saya untuk datang di acara "pertemuan" tersebut.

Oia, kalo boleh saya mengeluh, awalnya ide ini rada aneh bagi saya. Lima tahun lalu ketika saya sudah siap dengan segalanya. Dia membatalkan segalanya, bukan hanya beliau sih, seluruh keluarga tepatnya.

Kembali ke "pertemuan" tersebut, sejujurnya, YA anaknya sangat menarik, dia sangat menarik dengan tampilan dan bagaimana dia membawa dirinya. Tapi satu penderitaan dengan saya, (Penderitaan... setelah ketemu dia mah saya tidak lagi merasa penderitaan, hehehehe...) Dia pun ternyata setengah dipaksa untuk datang. Dan satu hal lagi, dia masih terlalu muda untuk saya. Dan belum begitu tertarik untuk mempunyai hubungan yang serius (dengan saya... hehehe, kalo dengan yang lain mungkin lain cerita..). Tapi ya, saya merasa dia menolak saya dengan cara yang bagus, meski saya menyesal dan menggerutu dalam hati, Kenapa ditolak sih.. ?! Hehehehe...

Jadi, Bapak - Bapak, Ibu - Ibu, Siapa yang punya anak bilang aku.. Aku yang sedang bingung karena cuma diriku yang tak laku - laku...

Dan juga pengumuman, Saya masih Jomblo hingga saat ini..

Tapi kalo dipikir - pikir juga, mungkin belum jodoh kali yaaa... Nanti kalo sudah jodoh tidak akan lari kemana... Hahahaha (Menghibur diri mode : ON)

Dan untuk para Jomblo-ers diluar sana, ingat pesan berikut ini...

"Jomblo-lah... sebelum jomblo itu dilarang.."

Seperti saya sekarang....

01 Oktober, 2010

fiuh !


Seorang teman, lebih muda 7 tahun dari saya, dia anak bungsu, dan suka bermanja - manja layaknya ke seorang kakak ke saya.

Yang jadi masalah adalah, apapun yang ada dibenak dia, saat itu juga dia akan mngutarakannya ke saya, dan dia selalu menyangka saya adalah Dewa yang mengetahui segala pergerakan di atas bumi ini.

Jam berapapun ide muncul di kepalanya, dia akan langsung menghubungi dan meminta pendapat saya bagaimana,

Mulai dari YM, BBM, MSN, email, sms dan kalau tetap tidak ada jawaban dari saya melalui itu, dia akan langsung telpon saya, jam berapa pun !

- Masalah percintaan dia,
- harus jemput pacarnya dimana,
- baju apa yang bagus untuk acara weekend dia,
- cuaca bagus atau tidak hari ini dan besok,
- harus datang atau tidak ke acara kawinan temen kerjanya,
- datang atau tidak ke interview pekerjaan baru
- pacarnya mau nginep dimana
- pindah kosan baru
- dokter mana yang bagus
- resign atau jangan dari kerjaannya yang sekarang
- dan lain sebagai nya, dan lain sebagai nya yang tidak bisa saya ingat lagi,

Dan yang lebih bikin jengkel dan lucunya ini anak, stelah panjang lebar dia curhat dan bertanya, dia tidak akan mendengarkan satu pun pendapat saya,

Dia tetap jalan dengan usulan dia sendiri, kadang sebel berat sama ini anak, tapi ya sudah lah, saya anggap saja adik saya yang lagi mengigau,

Hehehe, tiap kali sesi curhat dia selesai, saya akan senyum - senyum dongkol melihat tingkah lakunya yang kacau balau itu,

Fiuh !

gambar dipinjam dari zazzle.com
terima kasih

24 September, 2010

Hanya ada kamu dan saya, Sendiri - sendiri saja...


Saya tidak pernah menyesal dilahirkan menjadi seorang manusia. Dan saya tidak pernah menyesal mencintaimu selama delapan tahun ini. Meskipun akhirnya kita berdua tahu, cinta ini, perasaan ini, sayang ini, peluk ini, tak akan pernah ada ujung pasti akan dibawa kemana. Karena kita berdua tahu pasti hidup mesti harus berjalan terus dengan atau tanpa kita. Hanya ada kamu dan saya. Sendiri –sendiri saja.

Orang bilang saya bodoh dengan mencintaimu begitu sangat. Kamu tak ada apa – apanya. Tak ada yang istimewa dan menarik dari dirimu. Hanya saja orang – orang tidak tahu saya pun berpikiran sama dengan mereka. Tak ada yang istimewa dan menarik dari dirimu. Mungkin karena itulah saya jatuh cinta pada dirimu. Sangat.

Kamu tahu pasti hingga saat ini pun saya masih mencintaimu. Lebih daripada dia yang berada disampingmu sekarang. Mungkin.

Kamu pernah berkata, andai saja saya adalah dia. Maka ceritanya tidak akan menjadi seperti sekarang. Kita berdua saling menyakiti satu sama lain. Tapi bukankah ketika saya menjadi dia, kamu tidak akan mencintai saya ? Bukankah kamu mencintai saya karena saya adalah saya. Dan bukan dia.

Jika ada kehidupan lain setelah kehidupan ini. Dan kita ternyata tidak juga bersama. Saya sudah sangat bersyukur, sudah pernah merasa hidup dengan dirimu. Tertawa, menangis, kesal, benci, cemburu, cinta, sayang, dan semua tentang hidup. Saya pernah merasakannya denganmu. Terima kasih sekali untuk itu.

Sekarang, besok, dan kapanpun kamu mau. Kamu masih ada disini. Di tempat yang sudah saya sediakan untukmu. Tempat paling indah. Meski tak terlihat, saya, tetap berharap kamu bahagia, sehat, selalu hidup dengan penuh keberkahan.

Saranghae…

Saya kecewa ternyata saya adalah dia....


Dia adalah salah satu penulis favorit saya, dan setiap hari saya akan mengunjungi blog-nya yang juga selalu ramai dikunjungi para blogger yang lain, tulisan – tulisan dia begitu luar biasa, bahkan saya sering miris dan ikut hanyut dalam tulisan yang dia buat, saya seolah – olah dia, di posisi nya dan merasakan apa yang juga dia rasakan, melihat apa yang dilihatnya.

Saya membaca tulisannya berkali – kali, berulang – ulang, dan tetap perasaan saya selalu ikut terbawa.

Hingga kemudian saya menjadi salah satu temannnya di jejaring sosial,
Saya bangga sekali bisa menjadi salah satu teman diantara ribuan lainnya,

Sejak saat itu saya bisa dengan mudah mengetahui tulisan dia yang paling baru, karena dia pun akan memposting tulisan barunya di jejaring social itu, saya merasa semakin dekat dan akrab.

Saya ikuti setiap status yang dia buat disana,
Dan saya menemukan dia memang bukan orang biasa, cara berpikirnya bukan orang kebanyakan, dia berbeda.

Saya kagum dengan apa yang dipikirkannya,
Dia memandang sesuatu dari sudut pandangnya, dia bergelut dengan isi kepalanya sendiri, dia menolak kenyataan di hadapannya, bahwa semua orang bukan dirinya, dia bangga dengan ke-beda-an dirinya dengan orang lain, bahkan menjurus sombong.
Saya selama ini merasa bahwa saya adalah dirinya, dan apa yang dia tulis adalah tentang saya.

Lalu mungkinkah saya adalah orang yang mulai saya tidak suka,

Orang yang mulai saya anggap sombong,
Orang yang terlalu angkuh untuk mendengar celotehan dan omongan manusia lainnya,
Orang yang merasa diri paling benar,

Apakah saya mulai membenci diri saya sendiri ?
Saya kecewa kalau ternyata saya memang dia,