11 September, 2010

Pekerjaan, Uang,Keluarga,Saya


Melihat apa yg ada di FB-mu malam ini, ya, dirimu akan dengan mudah menemukan orang baru yang ndut dan imut seperti idaman-mu,

Saya mengerti sekarang kenapa dengan mudah kamu marah oleh hal-hal kecil yang memang terjadi atas kesalahan saya, yang menurut saya, andai kamu bisa bersabar sedikit saja, masalah - masalah yang kemarin, yang membuatmu sampai jalan kaki sejauh itu, harusnya tidak sampai terjadi,

Saya tahu saya bukan yang terbaik untuk hidupmu saat ini, oleh karena itu, saya tidak akan memaksakan apapun terhadap kamu mulai malam ini,

Saya mulai berpikir untuk sabar menunggu hingga kamu bisa bertanggungjawab dengan apa yang kamu miliki,
Pekerjaan,
Uang,
Keluarga,
Saya,

Hingga saat ini yang saya lihat adalah, kamu belum bisa mengontrol emosi dirimu sendiri,
Kamu belum bisa mengatur hidupmu sendiri,

Kamu akan dengan mudah melepaskan :
Pekerjaan,
Uang,
Saya,

Karena kamu pikir ketiga hal diatas adalah hal yang bisa kamu dapatkan penggantinya yang baru dengan mudah.

Pekerjaan : kamu akan terus mencari pekerjaan yang kamu suka, dan sesuai dengan keinginanmu, jika pekerjaan itu sudah membuatmu tidak nyaman, kamu akan menyalahkan pekerjaan dan bukannya kamu yang harusnya memperbaiki diri, kamu akan lepaskan pekerjaan yang membuatmu merasa tersiksa dan terbebani,

Uang : sayangilah uangmu, hematlah, simpan untuk jaga - jaga hari esok, kamu masih berpikir uang akan degan mudah kamu dapat dari gaji pekerjaanmu, dan apabila kamu sudah tidak bekerja, kamu akan dengan mudah menangadahkan tangan pada orangtua,

Saya : saya bukanlah manusia sempurna, saya adalah makhluk menyebalkan yang akan selalu membuat kamu merasa kesal dan sakit hati, saya adalah manusia egois yang ingin menang sendiri, sibuk sendiri, mata jelalatan dengan berpuluh mantan yang sering saya sebutkan nama - namanya, kenang - kenangan nya,

Saya mohon mulai belajarlah bertanggungjawab, bertanggungjawab dengan apa yang kau miliki saat ini,
Pekerjaan,
Uang,
Saya,

Tidak ada yang ideal yang sesuai dengan keinginanmu,
Belajarlah untuk lebih pengertian dengan ketiga hal itu,
Berubah lah, dengan menyesuaikan diri dengan ketiga hal itu,
Jangan pergi meninggalkan mereka, hanya karena mereka tidak sesempurna dengan apa yang kamu idam-idamkan saat ini,

Kamu akan dengan mudah menemukan pekerjaan baru,
Kamu akan dengan mudah untuk mendapatkan uang lagi,
Kamu akan dengan mudah bertemu pria baru yang lebih dewasa, lebih mapan, lebih sabar dan lebih baik segalanya dibanding saya,

Belajarlah menerima keadaan apa adanya,
Tanpa bermaksud meninggalkannya,
Belajarlah menerima ketidaksempurnaan dunia ini,
Berubahlah menyesuaikan dengan apa yang kau miliki,

Jika tidak, samapai kapanpun, kanu tidak akan menemukan hal sempurna untukmu,

Tolong kabari saya jika kamu sudah siap dengan semua hal yang saya minta,

Bertanggungjawab dengan apa yang kau miliki,

Sebenarnya, memang sisi egois saya mengatakan,
Saya takut untuk kamu tinggalkan karena ketidaksempurnaan saya,
Saya takut kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik dari saya ketika saya sangat mencintaimu,

Maaf tentang keegoisan saya,

10 September, 2010

Selamat memulai lembaran hidup baru


Pagi ini semua wajah tersenyum, bahkan hujan yang sejak kemarin sore mencium tanah tak tampak pagi ini, malah mentari dengan hangatnya memeluk bumi.

Saya turut berbahagia dengan susana sukacita ini, saya juga tidak peduli dengan sindiran sang peng-khotbah, bahwa kemenangan ini hanya diperuntukkan bagi manusia - manusia yang dengan sukses melalui bulan khusus ini dengan segala syaratnya,

Bagi saya, semua orang berhak bahagia, entah dia melakukan syarat itu atau tidak, selama setiap orang tidak merugikan manusia lainnya, makhluk lainnya dan dirinya sendiri,

Tiap orang punya tujuan sukses yang berbeda - beda sesuai porsi nya masing - masing,

Cara saya berbahagia, berbeda dengan cara dia berbahagia,

Kenapa harus repot memikirkan kebahagiaan orang lain,

Saya harap semua manusia di muka bumi ini berbahagia, sebagaimana saya dan semua orang di depan mesjid tadi pagi, tersenyum lebar, menangis haru, saling bertatapan penuh kasih, memeluk penuh sayang, menggenggam erat penuh cinta,

Minal aidin wal faizin

Semoga mulai hari ini, semua manusia bahagia, tanpa harus merugikan orang lain, makhluk lain,

06 September, 2010

Di Rumah Sakit...


September 4, 2010

Baru saja kembali dari rumah sakit, bukan saya yang sakit, tapi ayah dari seorang teman saya yang sakit, saya duduk di depan kamar ketika dari kamar sebelah keluar seorang Ibu dan seoarang nenek yang menangis dengan tersedu,

Saya tahu, seseorang telah pergi ke surga saat itu.

Saya tidak mengenal mereka, tapi saya tahu apa yang mereka rasakan, saya merasa sangat merasa kehilangan itu, dan saya ikut menangis karena nya.

Kehilangan,

Dengan mudah kita akan kehilangan apa yang ada saat ini bersama kita, entah dengan tiba – tiba ataupun dengan satu masa, pada akhirnya, kita akan kehilangan, bahkan diri kita sendiri,

Saya tidak tahu apakah masa kehilangan saya akan datang lebih cepat atau akan bertahan untuk waktu sementara,

Tapi ada satu hal yang pasti, jangan terlena dengan masalah yang ada hari ini, Jangan mengeluh karena gaji kita tidak sebesar rekan kerja kita,

Jangan mengeluh karena kita tidak seberuntung orang lain,
Jangan mengeluh tentang kekurangan pasangan kita yang jauh jika dibandingkan dengan pasangan orang lain,

Jangan menyesali hidup mu,

Disana, ditempat sana, tempat dimana kamu sering lupa untuk melihat dan menyadarinya,
Ada kehidupan lain, yang harus kamu lihat dan persiapkan, karena suatu saat nanti kamu akan sampai disana, entah sendirian atau bersama dengan orang terkasih saat ini,
Hidup indah tiu sekarang, saat ini, ketika saya sedang mengetik kalimat ini,

Terima kasih untuk hari ini,

24 Agustus, 2010

Saya masih disini


Jangan marah, saya masih disini kan ? Saya juga tidak akan kemana - mana,
Nama saya masih sama, Sugi. Seperti biasa kamu memanggil saya dengan lantang.
Saya masih akan tetap sama, mencintaimu hingga bulir - bulir airmata ini kembali menemani saya,
ketika kamu marah, ketika kamu pergi, ketika kamu lupa saya, ketika kamu mencium saya,

Jangan memalingkan muka ketika saya melihatmu,
Saya belum mau pergi saat ini, masih banyak waktu untuk kita bisa menghabiskan hari ini,
Saya masih ingin tinggal untuk beberapa lama menggenggam tanganmu,
menatap matamu yang sekarang mulai berkaca - kaca,

Hei, kamu tidak akan kesepian,
Saya selalu ada disini, dan ketika pun saya sudah jauh disana,
Udara yang saya tepuk manja, akan juga kau rasakan, karena itu untukmu, spesial !

Jangan biarkan saya harus memelukmu, karena saya tidak pernah rela jika harus melepaskan pelukan ini,
Saya pasti akan merindukan hangatnya pelukan kita, dan saya tidak mau menderita karena nya.

Saya masih disini,
Memelukmu melalui angin,

gambar dipinjam dari qualityoflifecare.com
Terima kasih

Pengen Kawin.....


Tiba-tiba saja merasa kesepian,
tiba - tiba saja butuh seseorang,
apakah memang ini panggilan alam sebagai makhluk bernama manusia ya ?
saya tidak mengerti,

Ada perasaan disini, yang tak bisa jabarkan dengan mudah
perasaan sebagai manusia biasa, bukan makhluk super seperti pahlawan,

Saya ingin menikah,
Ingin punya seseorang disini,
disamping saya, menemani saya sekarang,
saat hujan,

Kenapa saya merasa kesepian ya ?

gambar dipinjam dari 4321.co.il
terima kasih

21 Juli, 2010

Dan saya kembali..


Hati saya seketika berbunga – bunga ketika kamu tiba – tiba mengirimi saya pesan pendek. Isinya tentang kamu yang ingin bertemu saya.

Tapi ketika hari itu tiba, saya kemudian berpikir, kenapa kamu menjadi manis sekarang, apakah kamu sekarang mengubah pandangan terhadap saya ? Bukankah ketika kamu meninggalkan saya menangis hari itu, kamu sangat tidak peduli dengan saya, hati saya, perasaan saya.

Tapi saya tetap menemuimu, lebih awal dari waktu yang sudah kita tentukan bersama.
Seperti biasa, seperti dulu, saya masih setia menunggu di tempat dimana saya dulu sering menantimu datang. Dibawah papan iklan yang besar, seberang pohon mahoni depan mal.

Kamu masih saja seperti dulu, datang dengan tampang seperti orang anti kena panas matahari. Menyipitkan mata dan seolah sinar matahari hanya terpancar kearah wajahmu. Hati saya sudah saya latih ribuan kali untuk tidak gugup, mencoba bersikap normal, biasa saja.

Tapi tetap hati ini ternyata tidak bias berbohong, saya senang sekali melihat wajahmu muncul diantara lalu lalang manusia siang itu. Caramu berbicara masih sama. Terkesan cuek dan tidak ada salam sapa dari mulut manismu.

Seharian saya diberi kesempatan bersamamu. Dan saya tidak sempat mempersiapkan diri untuk tampil memukau dihadapanmu. Saya bangun kesiangan di rumah teman saya. Jadi hari ini saya menemuimu dengan pakaian yang sama dengan kemarin. Saya juga tidak sempat bercukur. Jadi, hari ini saya menemuimu dengan tampil yang sangat apa adanya.
Kamu masih sama, komplain tentang banyak hal. Tentang teman – teman saya, tentang hari yang membuat kamu kegerahan, tentang lantai yang tidak disapu bersih sempurna. Tentang air minum isi ulang. Tentang kamar mandi. Semuanya.

Kamu juga masih menganggap saya Tuan Segalanya, dimana kamu bisa berharap semua terkabul dengan adanya saya. Kamu akan jongkok dan mengamati jika saya sudah jongkok terlebih dahulu. Kamu akan memegang barang yang sudah saya pegang dan membandingkan dengan cara pandangmu. Kamu akan membiarkan saya pesan makanan lebih dulu dan mengomentari hasil pesanan saya.

Kamu akan menoleh kearah yang sama ketika saya mengalihkan pandangan matanya. Saya bukan memandang orang lain atau benda lain. Saya hanya menghindari pandangan mata kita beradu. Saya takut kamu tahu apa yang disimpan hati ini.

Seperti biasa, kamu akan meminta pendapat saya tentang pilihanmu hari ini. Dan seperti biasa pula kamu akan tidak setuju dengan pilihan saya. Kamu masih meminta saya mencari pilihan lain. Yang sesuai, ideal dengan pikiranmu. Berkali – kali saya mengingatkanmu, tidak ada yang sempurna di muka bumi ini, sayang.

Hari sudah akan gelap dalam beberapa menit lagi, dan kamu belum menentukan satu pilihan pun. Saya sudah kelelahan, saya sudah tidak sanggup lagi berpikir dan memberikan saran terbaik untukmu. Dan seperti yang saya duga sebelumnya. Kamu tidak memilih satu pun diantara pilihan – pilihan itu.

Saya mencintaimu tanpa syarat. Meski banyak syarat dan ketentuan yang kamu berlakukan untuk saya.

Saya masih tidak rela meninggalkanmu. Meski sebenarnya, saya yang tidak rela kamu tinggalkan. Dan kamu masih mengirimi pesan pendek “I miss you” ketika saya berputar arah menjauh darimu.

Ya, hari ini saya sesali, hari ini saya kembali melukai saya sendiri. Dan tak ada yang berubah darimu. Manusia keras kepala yang saya cintai. Manusia setengah Tuhan menurutmu. Manusia paling suci dan paling sempurna.

Dan saya kembali hanya makhluk nista.

12 Juni, 2010

Ingat ini jika kau sedang sakit hati...


Saturday, June 12nd, 2010
5.30pm

Sore ditemani Sleep Away-na Bob Arci..

Semoga tulisan ini akan saya baca lagi ketika saya sedang bersedih hati.
Saya pikir hidup saya akan berakhir kemarin, karena sepertinya makin hari hidup saya makin kacau dan makin tak menentu arah nya.

Yang harus diingat ketika dirimu bersedih adalah, nikmati rasa sakit hati itu, kalo saya, kadang saya juga kangen merasakan rasa pahit nya sakit hati. Beneran deh, jadi ketika saya merasa hidup saya sudah di comfort zone, dan semua berjalan baik – baik saja, kadang terlintas begitu saja, kangen terhadapa bagaimana rasanya sakit hati, menangis tanpa diminta. Hahahaha, aneh ? Ya !

Waktu sakit hati, apapun dukungan dan nasehat orang lain tidak akan mempan, tapi hei, dengan adanya dukungan dari teman dan saudara, mengingatkan kita bahwa setidaknya masih banyak orang lain diluar sana yang menginginkan kita hidup bahagia, seneng kan ? meski saat itu sebenarnya, semuanya di dunia ini serasa tidak penting, yang penting adalah bagaimana kita mendapatkan apa yang kita mau saat itu, kalau di ingat-ingat lagi, sebenarnya, semua berpulang pada keegoisan hati kita sendiri. Tapi tetep keukeuh ya waktu itu ?

Ada pepatah Cina yang mengatakan ; “waktu akan menyembuhkan segalanya”. Ha ! ini saya dapat di lagu-nya Michael Guang “Yue Ding”. Waktu itu saya malah minta laoshi saya untuk menerjemahkan ke bahasa Indonesia. Kalimat yang diucapkan si Guang Liang ini. Dan terbukti, seberapa parahnya pun masalah yang kita hadapi saat itu, seberapa susahnya kita melupakan kehilangan, seiring waktu berjalan, dia akan hilang dengan sendirinya kok.

Ada orang bilang, jangan jatuh cinta terlalu dalam ; cintailah orang yang mencintaimu meski kau tidak mencintainya ; tapi hei, siapa yang bias memutuskan saya harus jatuh cinta sama siapa, dia dating dengan tiba – tiba tanpa saya undang dan tanpa saya kehendaki, tiba – tiba saja saya merasa jatuh cinta, plus didukung lagu-lagu Indonesia yang melooowww.. yang akan membuat hati seseorang yang lagi jatuh cinta melambung sangaaaattttt tinggi, dan membuat orang yang sedang berduka jatuh terpuruk sangaaaatttt dalam,
So ? boleh denger lagu cinta kalau pas jatuh cinta, biar cinta yang ada tambah dalam ya…
Boleh denger lagu patah hati kalau sedang berduka karean kehilangan seseorang, tapi dibatasi waktunya ya, biar tidak berlarut – larut, jika memang tidak malu untuk menangis di pinggir jalan, di mall, di taman, nangis aja, jangan ditahan – tahan, nanti kalau sudah tiba masanya berakhir. Harus akhiri masa dukanya ya, hehehehe…

Oke, life must go on dengan atau tanpa orang yang telah membuatmu sakit hati,
Yang menjalani hidup kan dirimu, bukan orang lain.
Ingat ! kamu mau sakit hati atau jerit – jeritan tengah malam juga, terserah, itu hidupmu !
Tapi Ingat, selalu ada konsekuensi dalam hidup.

Selamat menjalani lembaran baru hidupmu, meski awalnya mungkin tidak menyenangkan, tapi lambat laun, kamu pasti akan mnyukai lagi hidupmu,

So, selamat menikmati hidup dengan caramu !
Entah sendirian atau dengan orang – orang terkasih,
Entah sedang berlimpah rezeki atau sedang musim paceklik.. hehehehe
Kamu pasti bisa membuat hidupmu menyenangkan dan berarti…

I luv u,