10 September, 2009

Niat baik ini...


Seminggu ini saya di sibukkan dengan perasaan dan kebingungan tingkat tinggi..
keinginan untuk segera mengakhiri masa lajang,
kebingungan dengan mantan pacar yang ingin kembali lagi..
menurut salah seorang tetua.. itu memang biasa dirasakan jika seseorang hendak melangkah ke jenjang berikutnya dalam hidup...

saya yang masih ragu-ragu dengan keputusan ini..
apakah bisa menjalani kehidupan berikutnya dengan orang asing..
dengan modal yang ada saat ini..

setelah berpikir seharian..
dan berjalan di atas treadmill dengan memikirkan hal ini...

tapi ternyata memang..
hasilnya cuma melapangkan dada saja..
apapun keputusan nanti..
tanpa perlu banyak pertimbangan..
hanya hal-hal yang saya anggap penting saja
yang saya minta pengertian...
selain itu..

yaa lihat nanti.. dengan niat yang baik ini..
semoga hasilnya juga baik...

Untuk SH,
maaf jika telah mengecewakan..
ini sesuai dengan komitmen kita bersama bukan..

01 September, 2009

Pengen kawin..


Pengen Kawin...

Actually, nikah ya.. bukan kawin.. kawin mah udah sering... hahahaha
Ya.. entah ini bulan puasa ke berapa perasaan untuk bisa punya pasangan hidup selalu ada..
bukan sebagai mesin produksi untuk menghasilkan keturunan..
bukan sebagai pembantu rumah tangga yang akan menyediakan masakan dan baju bersih..
tapi ya itu.. sebagai teman dalam menjalani perjalanan hidup ini...

sebenarnya juga, tak ada kriteria khusus yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan menemani saya nanti. saya hanya menginginkan seseorang yang bisa saling mengerti aja lah.. Klise abisssss... tapi beneran pengen punya pacar...

gambar dari sangbintang.wordpress.com

21 Agustus, 2009

Am i that BITCH ?


Am i that BITCH ?

hahaha.. semalam.. karena gue bertengkar hebat dengan salah satu temen gue kemaren malam... gara - gara kita ngebahas tentang seseorang... padahal sebelumnya, selama 8 tahun kenal sama dia, baru kemaren malam kita adu mulut dengan suara kencang. Dan yang jadi permasalahan justru bukan karena dia menyakiti hati gw, atau gue yang kurang ajar sama dia... kita bertengkar hanya karena kita ngebahas tentang orang lain.

Akhirnya, malam tadi kita hadirkan orang yang jadi bahan perbincangan kita semalam, serasa di acara talk show yang menghadirkan nara sumber.. hahahaha.
Ternyata setelah dihadirkan si "nara sumber" tersebut, mulailah dia bercerita tentang masalah kemarin.
Dia ternyata, sangat ketakutan akan diri gue. Dia sangat takut gue akan merebut pacar yang sudah dia kencani selama 10 tahun terakhir ini. Dia bahkan sudah merencanakan skenario jahat jika apa yang ditakutkan selama ini sampai kejadian.
Alasannya memang masuk akal, karena sebelumnya gue berhasil membuat dia menangis termehek - mehek karena gue dengan bre**seknya berhasil menggaet orang yang dia harapkan jadi penyembuh luka si "10 tahun" ini yang ba**ngan-nya luar biasa.
"nara sumber" itu memang mencintai si "10 tahun" dengan luar biasa, dia bisa memberikan segalanya untuk dia, bahkan mati untuk dia kali... yang kita - kita sebagai temennya "nara sumber" menganggap itu sebuah kesintingan yang luar biasa.
Gue kenal dan tahu "10 tahun" dari "nara sumber". Dan gue ga ada niatan apapun untuk si "10 tahun" ini. Reaallly not my type... lebih menarik pacar gue kemana2... tapi setelah beberapa kali gue telpon si "10 tahun" (itupun karena "nara sumber" yang sedang sakit, dan gue menanyakan perkembangan dia gimana). "nara sumber" sebegitu parno-nya dengan gue, bahkan dia merasa gue sudah setengah jalan merebut Tahta kekuasaan-nya dari "10 tahun". Dan gue juga ga tahu apa saja yang sudah diungkapkan "10 tahun" tentang gue ke "nara sumber". Yang pasti, "nara sumber" memiliki ketakutan luar biasa ke gue. Dia bahkan sudah memiliki rencana yang "yo oloh".. jahat banget dan udah ke tindakan kriminal. jika saja, "10 tahun" ketahuan jalan bareng ama gue...
dan gue sampe pada satu kesimpulan....
AM I THAT BITCH ?!

16 Agustus, 2009

Tapi juga ada dia


Kau tak tahu sudah berapa kali aku berlatih untuk saat – saat seperti ini…
Saat harus menghadapi kenyataan bahwa tidak lagi kita… tapi juga ada dia..
Saat dulu masih hanya ada kita, aku tak terlalu memikirkannya..
Aku yang berinisiatif akan segalanya…
Dirimu yang dulu, duduk dan berada disampingku…

Aku duluan yang memegang tanganmu..
Aku yang lebih dulu memelukmu..
Aku selalu lebih dahulu darimu..

Itu sebabnya…
Aku bisa mengerti perasaanku sekarang…

Aku merasa bingung dan tak nyaman dengan inisiatif yang kulakukan untukmu..

Sekarang aku juga mengerti bagaimana perasaanmu dulu..

Harus hati – hati dan perhatian..
Dan.. ada rasa penasaran..

Sampai sekarang, aku selalu mendapatkan hal yang kuinginkan dari hidup..
Kecuali DIRIMU…

Maafkan aku…
Apakah aku berbuat kesalahan lagi sekarang.. ?

Apakah perkataan dan sikapku atas keputusan hidupmu, menyinggungmu ?

Apakah kau merasa tak bahagia karena kupegang tanganmu ?

Hatiku merasa lelah…

Meski aku harus berterima kasih sangat kepadamu…
Karena dilain pihak, aku merasa tidak enak juga.

Kau orang yang hangat dan perhatian,
Lebih dari yang kuharapkan…
Tapi…
Aku masih tak bisa… hingga saat ini, belum bisa…

Aku sudah tahu hasilnya… aku akan kalah…
Hanya saja.. aku tak akan mau mengakuinya…

Aku ingin mendapatkanmu kembali, walau ada kesempatan sekecil apapun…
Dan mungkin juga bukan ragamu…

Maafkan aku….

Siapa yang kamu pilih sekarang ?


Siapa yang kamu pilih sekarang ?
Baru saja kamu memberitahuku bahwa kamu akan menemuinya...
Lalu kenapa kamu tetap memberitahuku..?
Dan mengapa kamu bertanya tentang hubunganku dengan yang lain ?
Tidak.. kamu tidak boleh.. jangan tanyakan...
Aku.. aku adalah orang yang tidak suka jika ada orang yang merasa terperangkap antara aku dan orang lain... bermain diantaranya... pergi, balik lagi, pergi, dan khawatir mana yang lebih baik...
Aku tidak suka semua itu...
Kembali padaku ketika hatimu sudah siap dan tetap...
pada saat itu, bahkan jika kamu tidak bertanya, aku akan menceritakan semuanya padamu..

Aku juga,
di usiaku saat ini... aku tidak suka dibandingkan dengan orang yang lebih dari aku dan siapapun itu..
Aku tidak bisa bersikap layaknya semua hebat dan baik..
Aku sungguh tidak bisa melihat kesombonganmu lagi...
Jika kamu tidak ingin memberitahu tentang jalan hidupmu lagi, tidak perlu, jangan...
Aku sungguh tidak ingin mengetahuinya...
Sekarang kamu mencoba untuk jadi seseorang yang misterius ?
Itu mungkin berhasil pada orang yang umurnya 20-an...
tapi tidak padaku...
jadi... jangan sombong padaku, BODOH....
Kamu mengerti ga ?
Dasar Bodooohhhh..............

26 Juli, 2009

Ku mencintanya.. tapi ini salah..





Ketika kita membuat adonan kue..
Dan terlalu banyak memasukkan garam ke dalamnya…
Padahal kita akan membuat kue yang manis..

Apa kau akan membuang segalanya ?
Bahan – bahannya telah salah sejak kita mulai dari awal..
Jika kau memaksa lebih lanjut, tetap hasilnya tidak akan sesuai..
Buanglah sekarang adalah taruhan yang terbaik..

Kau tidak dapat mengubah garam menjadi gula..

Umpamakan adonan diatas adalah hidupmu..
Dan bahan – bahannya adalah segala kesalahan dan dosa..
Hal – hal yang tidak sesuai dengan norma hidup baik..
What wud u do ?

One scene of Thai Movie

1:22:08 am (Tengah Malam)
26 Juli 2009
sambil memandangi wajah lelapnya disamping saya.
Terima kasih cinta atas segalanya.
Diiringi “Sekali ini saja – Glenn Fredly”

06 Juli, 2009

kau pikir...


Aku pikir kau mulai bosan denganku
Kau pikir aku benar

Kau pikir aku menunggumu
Ku pikir ku harus pergi

Kau pikir aku mencintaimu
Ku pikir aku memujamu

Ku pikir kau mencintaiku
Kau pikir aku patut dikasihani

Ku pikir kau temanku
Kau pikir aku kesepian

Ku pikir kau lelah menemaniku
Kau pikir aku terus membayangimu

Ku pikir ku harus menuliskan perasaan ini
Kau pikir aku terlalu cengeng

Aku mencintaimu lebih dari apa yang kau ketahui dan rasakan. Dia mencintaiku lebih dari aku mencintaimu.

Aku merasakan berjuta sakit hati karena mencintaimu. Dia merasakan miliaran sakit hati karena aku mencintaimu.

Aku menjalani dan mematuhi semua peraturanmu atas dasar cinta. Dia dengan tanpa persyaratan terus menjalani mencintaiku.

Kau tak pernah merasa bahwa aku mencintaimu. Dia mencintai ku tanpa ku pernah merasa.
Kau selalu memberikan janji yang selalu aku percaya. Dia yang selalu memenuhi semua janjimu.

Aku menangis karena mencintaimu. Dia menangis karena aku mencintaimu.

Dia selalu ada. Dia mencintai ku tanpa syarat dan ketentuan. Dia rela menghancurkan hati untuk menjaga hancurnya hatiku karenamu.

Aku tidak ingin menjadi dirimu yang membiarkan seseorang terluka dan menderita karena mencintaimu.

Aku tidak ingin menjadi seseorang yang kejam sepertimu.

Aku mencintaimu. Sungguh. Sangat.

Tapi dia lebih berhak memiliku, daripada aku memilikimu.

Aku menyerah, aku tidak ingin menutup mata untuk seseorang yang mencintai tanpa meminta apapun. Aku bukan kamu.

Maaf, aku memilih dia untuk menemani perjalanan hidup.